Inilah Perbedaan Akad Salam Dan Istishna Yang Perlu Anda Ketahui

Inilah Perbedaan Akad Salam Dan Istishna Yang Perlu Anda Ketahui

Dalam aktivitas setiap hari pasti kita kenal dengan transaksi bisnis jual-beli, karena nyaris tiap hari kita lakukan transaksi bisnis jual-beli.

Jual-beli dalam Islam atau ba’i ialah ganti mengganti barang atau benda, dengan berlangsungnya peralihan hak punya satu barang itu dari 1 faksi ke faksi lain.

Jual-beli harus dengan atas dasar kerelaan dan sesuai ketetapan yang dibetulkan Syara’.Hukum dari jual-beli ialah Halah, seperti pada Q.S Al-Baqarah:275 “Allah Menghalalkan jual-beli, dan mengharamkan riba”.

Dalam transaksi bisnis ekonomi Islam, pada dasarnya ada dua tipe akad yakni akad tabarru yang maksudnya untuk saling bantu-membantu melakukan perbuatan satu kebaikan.

Yang ke-2 akad tijarah atau kesepakatan yang maksudnya untuk komersial atau cari keuntungan. Salam dan istishna’ ialah dua contoh dari akad tijarah.

Namun apa kalian ketahui apa perbedaan di antara ke-2 akad itu? Mari kita simak perbedaan akad salam dan istishna

Pemahaman Salam Dan Istishna’

Inilah Perbedaan Akad Salam Dan Istishna Yang Perlu Anda Ketahui
sumber: liputan6.com

Akad Salam sebagai akad transaksi bisnis jual-beli secara pesanan di antara konsumen dan penjual. Akad salam pembayarannya dilaksanakan diawalnya transaksi bisnis secara penuh.

Rukun jual-beli salam yakni Muslam (pembeli), adalah faksi yang memerlukan barang selanjutnya pesan barang, muslam atau penjual sebagai faksi yang membuat atau jual barang pesanan, modal atau uang, Ada juga yang menyebutkan harga (tsaman), selanjutnya muslan fiih ialah barang yang dipasarkan belikan,dan paling akhir shigat ialah ijab dan qabul.

BACA JUGA  Tabungan Bni Taplus Muda Dan Segudang Fiturnya

Akad Istishna’ sebagai akad transaksi bisnis jual-beli barang dengan pesanan dengan persyaratan dan detail barang seperti yang disetujui, pembayarannya dapat dilaksanakan langsung didepan , dapat dicicil atau dibayarkan di akhir di saat barang usai dibikin bergantung persetujuan antra dua faksi penjual dan konsumen.

Rukun akad salam yang pertama mustashni’ atau pemesan , selanjutnya shani’ atau penjual , object akad atau barang atau mashnu’ , dan shigat berbentuk ijab Qabul.

Ketetapan Barang dalam Salam Dan Istishna’

Pada akad salam, barang yang diminta jadi hutang atau tanggungan untuk penjual, dan barang itu jangan diberikan pada pihak lain karena pembayaran dilaksanakan oleh konsumen diawalnya dan itu menjadi hak konsumen.

Barang harus diberikan masa datang atau di saat tanggal jatuh termin. sejak akad berjalan sampai datang waktu penyerahan, barang itu ang diminta selalu harus ada di pasar ini supaya ada kejelasan barang itu bisa diberikan on time.

BACA JUGA  Tabungan Britama X Untuk Kaula Muda

Pada akad Istishna’, mustashni’ jangan jual barang itu saat sebelum menerimanya. Jangan mengganti barang terkecuali diketemukan cacat atau tidak sesuai pesanan dan mempunyai hak khiyar atau hak memutuskan untuk meneruskan atau menggagalkan akad. Inilah perbedaan akad salam dan istishna dalam sudut pandang barang serta harga.

Ketetapan Harga Dan Contoh Dalam Akad Salam Dan Istishna’

Harga pada jual-beli salam

Dalam salam, harga dasar harus dibayar secara tunai saat akad. Ini dalam istishna’ tidak diwajibkan. Di awal akad harga telah disetujui, pembayaran dilaksanakan di awal kontrak dan harga barang tercatat terang dan tetap sama selama saat akad.

  • Pembayaran dilaksanakan dengan tunai, dapat dengan emas, perak atau logam.

Contoh akad salam

Bapak Budi ingin membuat pakaian seragam kerja untuk pegawai nya, selanjutnya bpk Budi mengontak CV Karunia untuk pesan seragam.

Di saat lakukan kontrak harus disebut secara jelas detail barangnya misalnya bahan kainnya , warna nya, ukuran, mode dan banyaknya dan tak lupa harga harus tercatat secara jelas.

Saat awalnya kontrak pak Budi bayar full misalnya Bpk Budi pesan 20 seragam harga satuannya 70.000 karena itu bpk Budi bayar 1.400.000 langsung.

BACA JUGA  4 Poin Bedanya Tabungan Dan Deposito

Dan disetujui kapan saat penyerahan barang misalnya sebulan sesudah akad atau di tanggal 1 Juni 2021. Pemasaran harus membuat barang sama sesuai detail dan memberikan barang sama sesuai tanggal persetujuan.

Harga pada jual-beli istishna’

  • Nilai jual pada nasabah sebagai harga membeli dipertambah dengan keuntungan yang telah disetujui.
  • Pembayaran dilaksanakan saat penyerahan barang baik keseluruhannya atau secara cicilan.
  • Ketetapan barang bisa berbeda pada saat akad

Contoh akad istishna’

Bapak Rudi ingin beli rumah untuk rumahnya ,selanjutnya bapak Rudi bertandang ke PT Bina Sejahtera di mana sebagai perusahaan konstruksi, dan lakukan dialog dan didapat persetujuan akad Istishna’ , harus terang detail rumah yang diharapkan seperti apakah, contoh ukuran , luasnya, design dan berapakah lantai dan harus terang harga yang disetujui berapakah.

Misalnya 600jt disetujui pembayaran dengan cicilan sepanjang empat tahun , dengan pembayaran /bulan nya 12.500.000. disetujui barang bakal menjadi 6 sepanjang 6 bulan. Pemasaran harus membuat barang sama sesuai detail dan memberikan sama sesuai persetujuan.

#ArtikelAsli