Mudahnya Melihat Harga Saham Yang Sedang Trending Dengan Moving Average

Mudahnya Melihat Harga Saham Yang Sedang Trending Dengan Moving Average

Apa tanda yang paling tepat dari riset teknikal? Yang disebut dasar sekalian senjata khusus dari tren trader, dan disaksikan baik oleh swing trader, scalper, contrarian, dan sebagainya.

Jika Anda menjawab Moving Average (MA), Anda betul. Moving Average, atau rerata bergerak ialah tanda yang paling simpel, paling tua, dan termudah disimpulkan.

Panduan Trend Pada Moving Average

Moving Average memberi panduan berkenaan tren dan dukungan resistance yang bagus. Chart Adro memakai candlestick dengan Moving Average 50 hari yakni yang garis hijau. Menjadi sebuah pertanyaan ke mana arah Adro dengan menyaksikan MA50-nya?

Betul, arahnya adalah ke atas. Memiliki arti trendnya sedang ke atas. Begitupun saat moving average itu membelok ke bawah, atau daftar, semua memperlihatkan tren pada waktu itu, apa bullish (uptrend), sideways (daftar), atau mungkin bearish (downtrend).

MA50 jadi dasar dalam periode menengah Anda dapat berbicara dengan tentu apa saham itu sedang Bullish (harga di atas MA50), atau mungkin sedang Bearish (harga di bawah MA50), atau sedang di trading kisaran (harga zigzag di MA50).

Ada dua ketentuan yang baku berkenaan langkah memakai MA, yakni:

  • Membeli saat harga sudah tembus MA50 ke atas
  • Tidak boleh membeli saat harga masih di bawah MA50. Apa saja yang ada di bawah MA50-nya ialah gambling.
BACA JUGA  Rbms Saham Naik 0,61% Menjadi Yang Paling Menguntungkan
Mudahnya Melihat Harga Saham Yang Sedang Trending Dengan Moving Average
sumber: bisnis-cdn.com

Langkah Hitung Moving Average

Moving Average dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan pada sekian hari ke belakang dipisah dalam jumlah harinya.

Jadi MA50 ialah rerata bergerak 50 hari, didapatkan dengan menjumlahkan harga 50 hari ke belakang selanjutnya dipisah 50. Saat ini telah ada computer yang kerjakan perhitungannya secara automatis, jadi Anda tak perlu kerja keras.

Beberapa Periode Waktu Moving Average yang Umum Dipakai. Ada fakta atau persetujuan berkenaan periode waktu MA yang kerap dipakai di dunia analisis teknikal, yakni 5, 20, 50, dan 200.

  • MA5 ialah rata-rata bergerak 1 minggu bursa (lima hari), disebutkan MA periode pendek, dipakai oleh swing trader.
  • MA20 ialah rata-rata bergerak sebulan bursa, disebutkan MA periode menengah, dipakai oleh tren trader. MA ini yang umumnya diambil jadi garis tengah Bollinger Band. Dipakai oleh tren trader.
  • MA50 ialah rata-rata bergerak 3 bulan bursa, disebutkan MA periode menengah, dipakai oleh tren trader.
  • MA200 ialah rata-rata bergerak setahun bursa, disebutkan MA periode panjang, dipakai oleh investor.

Crossing Moving Average

Ada pula yang dikenali dengan crossing, yakni perpotongan di antara garis MA yang pendek dengan MA yang lebih panjang, misalnya perpotongan garis MA20 dengan MA50 pada chart.

BACA JUGA  Rbms Saham Melemah Saat Kuartal 1 - 2021 Dengan Penjualan Rp 7,02 Miliar

Bila MA20 (warna merah) menggunting ke bawah MA50 (warna hijau), karena itu disebutkan dead cross. Crossing ini beresiko karena sebagai pertanda entahlah ia ingin sideways, atau justru downtrend.

Bila dead cross ini dituruti harga yang ada di bawah MA50, lebih bagus mengambil status flat (keluar saham itu dulu), bahkan juga sebetulnya bila harga telah di bawah MA50, apa lagi jika MA50-nya uda nunjuk ke bawah (tidak memerlukan dead cross), mengambil “asuransi”, keluar dahulu lebih dulu.

Bila MA20 menggunting ke atas MA50, karena itu kita sebutkan dengan golden cross. Bila dead cross bukan signal jual yang bagus (lebih ke menjaga supaya tidak boleh rugi), golden cross ialah selalu sebagai signal membeli yang bagus.

Bila Anda ingin beli satu saham cuma memakai satu tanda, gunakanlah golden cross MA20 dengan MA50, Anda menjaga harga janganlah sampai tembus MA50, dan harus pada akhirannya MA50 ke arah atas, Anda tentu untung! Ketentuannya mudah, saham itu liquid.

Moving Average ialah sebuah tanda membeli. Membeli saat tren sedang naik. Tidak boleh membeli saat tren sedang turun.

Apa Perbedaannya Sederhana Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA)?

Semua contoh di atas ialah Sederhana Moving Average yang simpel, dengan pembuatan sama seperti yang kami tulis di atas. Ada pertanyaan mengenai EMA, apakah beda?

BACA JUGA  Shiba Inu Cryptocurrency Yang Sedang Meroket Saat ini

Beberapa chartist nampaknya tak pernah senang mengupdate dan membuat beberapa indikator baru, ditambah dengan kontribusi computer.

Terkadang tanda ini lamban, terkadang cepat, dan lain-lain. Ini yang dikenali bernama “optimization” atau optimisasi tanda (ulasan tingkat menengah).

Moving Average pada dasarnya ialah tanda yang simpel dan “lamban”. Peralihan pada MA tidak bisa terjadi mendadak, tetapi lewat proses sideways lebih dulu.

Ada-ada saja yang punyai gagasan untuk “percepat” signal dari tanda ini hingga terbentuklah tanda ke-2 yakni Exponential Moving Average (EMA).

Langkah hitung EMA lebih sulit dibanding MA. Saksikan rumus MA di atas dapat kami katakan tanpa rumus. Tidak demikian dengan EMA. Ini rumusnya:

EMA(current) = ( (Price(current) – EMA(prev) ) x Multiplier) + EMA(prev), di mana Multiplier = (2 / (Time periods + 1) )

Maksudnya telah disebut barusan ialah membuat MA jadi lebih “responsive”, triknya dengan memberi berat yang semakin besar ke data yang lebih baru, dan semakin ke belakang datanya, dampaknya semakin kecil. Jika SMA, beratnya dipandang sama.

Berdasar teori baik, tetapi hasilnya?. Sinyal-sinyal banyak yang terlampau cepat dan melanggar ketentuan MA. Banyak signal yang false, dan confidence (keyakinan) ke bacaan analisis teknikal justru turun.