Fatwa MUI Tentang Trading Saham, 100% Sudah Halal!

Fatwa MUI Tentang Trading Saham, 100% Sudah Halal!

Fatwa MUI Tentang Trading Saham, 100% Sudah Halal!. Dunia media sosial berkembang berkat hype dari milenium yang berdagang dan berinvestasi dalam cryptocurrency.

Investasi ini saat ini populer dan melampaui popularitas saham yang semakin meningkat selama pandemi COVID-19.

Namun tiba-tiba banyak yang bertanya-tanya apakah investasi Bitcoin ini halal. Pertanyaan yang sama muncul ketika investasi saham sedang booming.

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini terdapat 17 fatwa DSN-MUI yang terkait dengan pasar modal syariah.

Fatwa MUI Tentang Trading Saham, 100% Sudah Halal!
sumber: mencobausaha.com

Di sisi lain, tiga fatwa DSN-MUI yang menjadi dasar pengembangan pasar modal syariah adalah fatwa DSN-MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001 dan pedoman DSN- tentang penanaman modal sesuai dengan Syariah.

Fatwa MUI: 40/DSN-MUI/X/2003 memberikan pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal dan pasar modal.

Yang lainnya adalah Fatwa No DSN-MUI. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek di Pasar Biasa Bursa Efek.

BACA JUGA  Cara Deposit Octafx Dengan Virtual Account Dan Metode Lainnya

Menurut Kharyajid, penyertaan modal dianggap halal, meski sudah ada fatwa MUI. Jadi bagaimana dengan berinvestasi dalam cryptocurrency? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan 11 catatan untuk mata uang bitcoin.

Pada tanggal 28 Desember 2017, lembaga Fatwa Darul Ifta Al-Azhar di Mesir menerbitkan studi Bitcoin untuk pertama kalinya. Menurut Al-Azhar, berdasarkan penelitian Bitcoin, status Bitcoin dilarang oleh hukum.

Ditemukan unsur Haller yang sesuai dengan istilah fiqh, yang menunjukkan kecurigaan, spekulasi (spekulasi) dan ambiguitas yang mengarah pada kerugian di satu sisi.

Sebulan setelah Al Azhar, MUI menjelaskan bahwa Bitcoin memiliki dua hukum terpisah: permisif dan ilegal. Muba dalam hal ini digunakan sebagai alat tukar antara dua pihak yang saling menerima.

Jika bitcoin digunakan sebagai investasi, hukum ilegal akan berlaku. Ini dilaporkan oleh profesor. K.Kh. Muhammad Cholil Nafis, Lc. , M.A., Ph.D. Atau biasanya namanya Kiyai Choril, yang membawahi departemen administrasi pusat MUE, K.H. Cholil Nafis.

BACA JUGA  Review Vantage Fx Untuk Pemula

Oleh karena itu, berdasarkan berbagai pertimbangan di atas, Undang-Undang Pertukaran Bitcoin diizinkan (diizinkan) bagi siapa saja yang ingin menggunakan dan menyetujuinya.

Namun pada kenyataannya, Bitcoin dipandang sebagai instrumen spekulatif dan bukan investasi, sehingga hukum Bitcoin sebagai investasi adalah ilegal.

Dengan kata lain, ini bukan bisnis komersial, ini hanya alat untuk berjudi pada kerugian. Sementara itu, Ketua Pelaksana Muhammadiyah Fami Salim, Wakil Ketua Majelis Tabricha, mengatakan tidak ada fatwa khusus di dunia Islam yang bisa dijadikan pedoman kesepakatan bersama tentang undang-undang cryptocurrency.

Menurutnya, tingkat kebaruan yang sangat sulit dilakukan oleh sebagian besar Ulama tanpa tergesa-gesa dengan mengadopsi undang-undang, termasuk Muhammadiyah.

Secara pribadi, Fahmi Salim berpendapat bahwa hukum cryptocurrency bergantung pada apakah mereka digunakan untuk kebaikan atau kejahatan.

Namun, ulama muda lulusan Al-Azhar Kairo cenderung menghindari penggunaan cryptocurrency karena fungsi cryptocurrency tidak diakui oleh negara sebagai alat tukar, penskalaan, atau barang.

BACA JUGA  Cara Mendapatkan Bonus 100 Di FBS

Tak perlu dikatakan, fluktuasi mata uang kripto yang dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat.

#ArtikelAsli